Minggu, 13 November 2011

Komplemen r dan komplemen r-1

Pengurangan suatu bilangan dapat dilakukan dengan cara
menambahkan komplemen r atau komplemen r-1nya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini!

205,76 - 99,85 =

* Pengurangan biasa
2 05,76
99,85
__________-
1 05 ,91

* Menggunakan komplemen r-1
Bilangan yang akan dikurangkan (99,85) diubah ke dalam komplemen r-1nya.
Dalam soal ini menggunakan basis 10, sehingga komplemen r-1nya adalah komplemen 9.

Tabel komplemen 9
DesimalKomplemen 9
09
18
27
36
45

Dari tabel di atas terlihat bahwa komplemen 9 adalah
2 angka yang apabila dijumlah akan menghasilkan angka 9.
Hal ini juga berlaku sebalikya.

205,76
900,14Komplemen 9
__________+
1105,90
1Jika angka paling depan adalah 1, pindahkan ke paling belakang
__________+
105,91

* Menggunakan komplemen r
Bilangan yang akan dikurangkan (99,85) diubah dalam komplemen r nya.
Dalam soal ini komplemen r nya adalah komplemen 10.

Komplemen r dapat diperoleh dari komplemen r-1 yang bagian paling kanannya ditambahkan dengan 1
sehingga diperoleh komplemen r dari 99,85 adalah 900,14 + 0,01 = 900,15

205,76
900,15Komplemen 10
__________+
1105,91Jika angka yang paling depan adalah 1, hilangkanlah 1 tersebut
105,91

Contoh lain

1234-4321=

* Pengurangan biasa
1234
4321
_________-
-3087

* Menggunakan komplemen r-1
1234
5678komplemen 9
_________+
06912
Jika angka paling depan adalah 0, tulislah - komplemen 9 nya
-3087- komplemen 9

* Menggunakan komplemen r

1234
5679komplemen 10
_________+
06913
Jika angka paling depan adalah 0, tulislah - komplemen 10 nya
-3087- komplemen 10
NB: Untuk mencari komplemen r, hanya angka yang paling belakang yang di-komplemen r kan, selain itu, tetap menggunakan komplemen r-1.


Jumat, 04 November 2011

Pengkodean Lainnya

Pengkodean lainnya
BCD (Binary Coded Decimal)

Pengkodean satu digit desimal kedalam 4-bit biner.
Tapi nilai maksimalnya hanya sampai 9 (1001)2.
Contohnya: (123)10 BCDnya (0001 0010 0011)BCD

8421

Biner 4-bit yang nilainya diperoleh dengan cara
mengalikan digit pertama dengan 8,
digit kedua dengan 4,
digit ketiga dengan 2,
dan digit ke kempat dengan 1
(sesuai posisinya)

84-2-1

Biner 4-bit yang nilainya diperoleh dengan cara
mengalikan digit pertama dengan 8,
digit kedua dengan 4,
digit ketiga dengan -2,
dan digit ke kempat dengan -1
(sesuai posisinya)

2421

Biner 4-bit yang nilainya diperoleh dengan cara
mengalikan digit pertama dengan 2,
digit kedua dengan 4,
digit ketiga dengan 2,
dan digit ke kempat dengan 1
(sesuai posisinya)

Excess-3

Kode BCD ditambah 3 (0011)2
Contoh Excess-3 dari (123)10
= (0001 + 0011) (0010 + 0011) +(0011 + 0011)
= (0100 0101 0110)Excess3

Kode Gray

Cara mengubah biner ke gray:

Digit gray pertama sama dengan digit biner.
Digit pertama ditambahkan digit kedua,
digit kedua ditambah digit ketiga, dst.
Apabila yang ditambahkan adalah digit yang sama,
(1+1 atau 0+0) maka hasilnya adalah 0,
Apabila digitnya berbeda (0+1 atau 1+0) hasilnya 1.

Misalkan ada kode biner 100110



Cara mengubah gray ke biner:

Digit pertama biner sama dengan digit pertama gray.
Apabila digit gray dibelakangnya adalah 0,
maka angka yang ditulis sama dengan angka sebelumnya.
Apabila digit gray dibelakangnya adalah 1,
tulislah kebalikan dari digit sebelumnya.

Misalkan ada kode gray 110101:




Tabel Konversi

DesimalBCD84212421Excess-384-2-1Gray Code
0000000000000001100000000
1000100010001010001110001
2001000100010010101100011
3001100110011011001010010
4010001000100011101000110
5010101011011100010110111
6011001101100100110100101
7011101111101101010010100
8100010001110101110001100
9100110011111110011111101

ASCII (American Standard Code for Information Interchange)

7-bit biner, tapi biasanya dimanipulasi oleh komputer menjadi
8 bit sehingga disebit byte. 1 bit tambahan tadi digunakan
untuk tujuan tertentu, tergantung dari aplikasi yang digunakan.
Setiap 1 byte menyimpan 1 karakter.
Contoh ASCII A = 1000001
dengan paritas genap menjadi 01000001,
dengan paritas ganjil menjadi 11000001

Kode Hamming (deteksi dan koreksi kesalahan)

PosisiP4P2P1
0000
1001
2010
3011
4100
5101
6110
7111

Apabila ada data 1001. Berapakah kode hamming paritas genapnya?

Data:
1001
d3d2d1d0

__1_001
P1P2d3P4d2d1 d0
1234567

P1 bertanggung jawab pada posisi 1, 3, 5,7
P2 bertanggung jawab pada posisi 2, 3, 6,7
P3 bertanggung jawab pada posisi 4, 5, 6,7

P1 = P1 + 1 + 0 + 1 = genap -> P1 = 0
P2 = P2 + 1 + 0 + 1 = genap -> P2 = 0
P4 = P1 + 0 + 0 + 1 = ganjil -> P4 = 1

Maka kode hammingnya 0011001

Misalkan ada kode hamming 1100110 dengan paritas ganjil.
Berapakah datanya?

1 1 0 0 1 1 0
P1 P2 d3 P4 d2 d1 d0

P1 = 1 + 0 + 1 + 0 = genap -> salah
P2 = 1 + 0 + 1 + 0 = genap -> salah
P4 = 0 + 1 + 1 + 0 = genap -> salah

Kesalahan pada no 7 sehingga kode hammingnya 1100111

Datanya 0111 (7)10







Minggu, 30 Oktober 2011

Sistem Bilangan


Sistem Bilangan

Ada bermacam – macam sistem bilangan, seperti: desimal, biner, oktal dan hexadesimal. Pada prinsipnya cara mengoperasikannya sama hanya batasnya (basis) yang membedakannya.

Nama Sistem Bilangan Basis Simbol yang Digunakan
Biner 2 0,1
Oktal 8 0,1,2,3,4,5,6,7
Desimal 10 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9
Heksadesimal 16 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F

Basis disini maksudnya adalah batas maksimum angka yang digunakan, misalnya pada biner yang berbasis 2, dia hanya mengenal angka 1 dan 0, dan tidak mengenal angka lain diatasnya. Maka, untuk penulisan angka 2, angka paling belakang kembali ke 0 dan angka di depannya ditambahkan 1.
Jadi, (2)10 = (10)2. Ketentuan ini juga berlaku untuk sistem bilangan lainnya.


Konversinya:
Dari keempat sistem bilangan tadi, sebenarnya hanya ada dua macam konversi, yaitu: konversi ke desimal dan konversi dari desimal.

Konversi ke desimal
Secara umum nilai suatu desimal ditulis:
N = S diri
N = bilangan
d = digit
r = radik (basis)

Apabila kita menpunyai bilangan oktal 123,4. Maka konversi ke desimal adalah:
= 1 x 82 + 2 x 81 + 3 x 80 + 4 x 8-1
= 1 x 64 + 2 x8 + 3 x 1 + 4 x 0,125
= 64 + 16 + 3 + 0,5
= 83,5

Warna merah adalah bilangan yang akan dikonversikan
Warna hijau adalah basisnya
Warna biru adalah pangkat basis,
dimana satu angka sebelum koma adalah 0, angka di kiri koma adalah bilangan positif yang terus bertambah hingga ujung angka, angka di kanan koma adalan bilangan negatif yang nilainya semakin kecil.

Untuk bilangan biner dan heksadesimal, basisnya tinggal diganti 2 dan 16. Ketentuan lainnya tetap.

Konversi dari desimal
Caranya adalah membagi bilangan di kiri dengan basis dan mengali bilangan di kanan dengan basis.

Misalkan bilangan desimal 986,5 akan diubah ke heksadesimal.

Bilangan di kiri dibagi basis heksadesimal (16).
986 : 16 = 61 sisa 10
61 : 16 = 3 sisa 13

Bilangan dibaca dari bawah dengan diawali hasil bagi terakhir.Jadi bilangan yang diambil 3, 13, 10.Untuk bilangan di atas 9, penulisannya menggunakan simbol huruf A-F. Jadi penulisan hasilnya adalah 3DA.

Bilangan di kanan dikali basis heksadesimal (16).
0,5 x 16 = 8,0
0 x 16 = 0

Bilangan dibaca dari atas. Jadi bilangan yang diambil adalah 8.
Maka (986,5)10 = (3DA,8)16