Rabu, 25 Januari 2012

Gerbang Logika GERBANG LOGIKA

1. AND
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 00
0 10
1 00
1 11

Ekspresi logika:
F=X.Y

2. NAND
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 01
0 11
1 01
1 10

Ekspresi logika:
F=(X.Y)'

3. OR
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 00
0 11
1 01
1 11

Ekspresi logika:
F=X+Y

4. NOR
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 01
0 10
1 00
1 10

Ekspresi logika:
F=(X+Y)'

5. XOR
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 00
0 11
1 01
1 10

Ekspresi logika:
F=XY'+X'Y

6. XNOR
Gambar:
Tabel Kebenaran:
X YF
0 01
0 10
1 00
1 11

Ekspresi logika:
F=X'Y'+XY

Minggu, 27 November 2011

Reserved Word dan Library dalam Bahasa C

Struktur utama bahasa C

main()
{
statement;
statement;
statement;
}

Reserved word
auto
break
case
char
const
continue
default
do
double
else
enum
extern
float
for
goto
if
int
long
register
return
short
signed
sizeof
static
sturct
switch
typedef
union
unsigned
void
volatile
while

Library functions

 syntax:  

#include < standart header file >
 

di dalam standart header file terdapat kumpulan perintah (library function) yang memiliki fungsi masing-masing. Apabila akan menjalankan perintah tersebut, kita harus menambahkan
#include < standart header file > di bagian atas agar perintah tersebut dikenali dan dijalankan.
contoh:
#include < stdio.h >
digunakan untuk fungsi standard input output
clearr()
fccloseall()
fdopen()
fflush()
fgetc()
fgetchar()
fgetpos()
fgets()
flushall()
fputc()
fputchar()
fputs()
fread()
free()
freopen()
fseek()
fsetpos()
ftell()
fwrite()
getw()
perror()
putw()
rename()
rewind()
unlink()
printf()
scanf()
gets()
puts()
fprinf()
fscan()
fclose()
fopen()

#include < math.h >
digunakan untuk fungsi matematika
abs()
acosh()
asin()
atan()
atan2()
atof()
cosh()
fmod()
labs()
ldexp()
sinh()
tanh()
sin()
cos()
tan()
fabs()
ceil()
floor()
pow()
sqrt()
exp()
log()
log10()

#include < stdlib.h >
digunakan untuk fungsi standard library
abs()
atof()
atoi()
atol()
div()
exit()
free()
ldiv()
malloc()
rand()
system()

#include < string.h >
digunakan untuk fungsi string
strcpy()
strcat()
strchr()
strcmp()
strlen()
 
#include < ctype.h >
digunakan untuk fungsi character type
stlower()
toupper()

#include < conio.h >
digunakan untuk fungsi console input/output
clrscr()
getch()
getche()
gotoxy()
khbit()
putch()

#include < io.h >
digunakan untuk fungsi input/output
access()
_close()
close()
_creat()
eof()
filelength()
_ope()
open()
_read()
read()
_write()
write()

Minggu, 20 November 2011

Solusi Sistem Persamaan Linier


Solusi Sistem Persamaan liner

Persamaan linier adalah persamaan yang semua variabelnya berpangkat 1
Contoh:
x + y + 2z = 9
Ruang solusinya berupa suatu “tripel” dengan masing-masing nilai sesuai urutan (nilai-x, nilai-y, nilai-z) yang memenuhi persamaan tersebut.
Untuk sistem ini ruang solusinya
{ … ( 0, 1, 4), (1, 0, 4), (4, 5, 0), …. }

Sistem Persamaan Linier adalah suatu sistem dengan beberapa (2 atau lebih) persamaan linier.
Contoh:
x + y = 3
3x – 5y = 1
Ruang Solusinya berupa semua ordered-pair (nilai-x, nilai-y) yang harus memenuhi semua persamaan linier dalam sistem tersebut.
Untuk sistem ini ruang solusinya
{ (2, 1) }

Cara Mencari Solusi Sistem Persamaan Linier

a.Eliminasi

x+y=3->3x+3y=9
3x-5y=1->3x-5y=1
________________________-
8y=8
y=1
3x-5y=1
3x-5 . 1=1
3x=6
x=2


b.Substitusi



x+y=3 atau y = 3 - x,y disubtitusi
3x-5y=1
____________
3x-5y=1
3x-5( 3 - x )=1


3x-15+5x
8x=16
x=2
y=3-x
y=1

Untuk cara Eliminasi Gauss dan Gauss Jordan diperlukan
Matriks Augmented

Matriks Augmented adalah matriks yang diperbesar
Matriks yang entri-entrinya dibentuk dari koefisien-koefisien Sistem Persamaan Linier, ditambah kolom di kanan tanda “=“
Contoh :
x + y + 2z = 9
2x + 4y – 3z = 1
3x + 6y – 5z = 0

Matriks Augmented-nya :

112
9
24-31
36-50

c.Eliminasi Gauss

x + y + 2z = 9
2x + 4y – 3z = 1
3x + 6y – 5z = 0

112
9
24-31
36-50

diusahakan bentuk

112
9
0???
00??

menggunakan (Operasi Baris Elementer - OBE) atau (Elementary Row Operation - ERO)

Caranya:
Perhatikan bahwa tiap baris dari matriks merepresentasikan persamaan linier
1.Mengalikan suatu baris dengan bilangan nyata k tidak sama dengan 0
2.Menukar posisi dua baris
3.Menambah baris-i dengan k dikalikan baris-j

112
9
24-31
36-50

112
9
02-7-17barisII + -2 x baris I
03-11-27barisIII + -3 x barisI

112
9
02-7-17
00-1/2-3/2baris III + 3/2 x baris II

-1/2 z = -3/2
z = 3

2y – 7z = - 17
2y - 7.3= - 17
2y = 21 – 17
y = 2

x + y + 2z = 9
x + 2 + 2.3= 9
x = – 2 – 6 + 9
x = 1

d.Eliminasi Gauss – Jordan
 
x + y + 2z = 9
2x + 4y – 3z = 1
3x + 6y – 5z = 0
112
9
24-31
36-50

diusahakan bentuk menggunakan (Operasi Baris Elementer - OBE) atau (Elementary Row Operation - ERO)
100
?
010?
001?

Bentuk eselon baris:
1.Entri-entri dalam sebuah baris tidak semuanya nol, maka entri pertama yang tidak nol harus 1 (disebut 1-utama / leading-1)
2.Baris-baris yang semua entrinya 0, dikelompokkan di bagian bawah matriks
3.Posisi 1-utama dari baris yang lebih bawah harus lebih ke kanan d/p 1-utama baris yang lebih atas

Bentuk eselon baris tereduksi:

1.Entri-entri dalam sebuah baris tidak semuanya nol, maka entri pertama yang tidak nol harus 1 (disebut 1-utama / leading-1)
2.Baris-baris yang semua entrinya 0, dikelompokkan di bagian bawah matriks
3.Posisi 1-utama dari baris yang lebih bawah harus lebih ke kanan d/p 1-utama baris yang lebih atas
4.Semua entri (yang lain) dari kolom yang berisi 1-utama harus di-0-kan
112
9
24-31
36-50

112
9
02-7-17barisII + -2 x baris I
03-11-27barisIII + -3 x barisI

112
9
02-7-17
00-1/2-3/2baris III + 3/2 x baris II

112
9
01-7/2-17/2barisII x 1/2
0013baris III x -2

110
3
barisI - 2 x barisIII
0102barisII - 7/2 x barisIII
0013baris III x -2

100
1
barisI - barisII
0102barisII - 7/2 x barisIII
0013baris III x -2
x=1
y=2
z=3